
Draft survey adalah metode menghitung jumlah muatan dengan menimbang kapal dua kali. Enam draught dibaca, dikoreksi terhadap trim, defleksi lambung, dan densitas air untuk memperoleh displasemen; seluruh berat non-muatan dikurangi; dan jumlah muatan adalah selisih antara survey awal dan akhir.
Draft survey dipakai ketika tidak ada timbangan darat yang disepakati kedua pihak — yang di Indonesia berarti hampir seluruh transhipment batubara dan bijih di area labuh jangkar. Metodenya aritmetika. Kesalahannya selalu berasal dari pekerjaan lapangan.
Urutan perhitungan
- Baca enam draught — depan, tengah, belakang, kiri dan kanan — dari perahu setinggi permukaan air, mengambil rata-rata puncak dan lembah gelombang.
- Koreksi setiap pembacaan ke garis tegak (perpendicular), karena tanda draught jarang tepat berada di sana.
- Hitung mean of means, dengan bobot besar pada pembacaan tengah untuk memperhitungkan hogging atau sagging lambung.
- Terapkan koreksi trim pertama menggunakan TPC dan letak titik apung memanjang.
- Terapkan koreksi trim kedua menggunakan laju perubahan titik apung memanjang terhadap sarat.
- Koreksi densitas air dermaga dengan hidrometer terkalibrasi, sampel diambil pada kedalaman sarat rata-rata dan dikoreksi suhu.
- Kurangi seluruh berat non-muatan: setiap tangki ballast di-sounding, air tawar, bahan bakar, oli, slop, perbekalan, dan konstanta yang diturunkan.
- Ulangi identik pada survey akhir; jumlah muatan adalah selisih displasemen bersih.
Sumber kesalahan
| Kesalahan | Dampak pada parsel 50.000 t | Penyebab |
|---|---|---|
| Salah baca 1 cm | Sampai ±60 t | Membaca dari dermaga atau geladak, gelombang, tanda draught buram |
| Sampel densitas di permukaan | 0,1 – 0,4 % | Tidak mengambil pada kedalaman sarat |
| Tangki ballast tidak di-sounding | Ratusan ton | Memakai ringkasan dari kapal |
| Hog/sag diabaikan | 0,2 – 0,5 % | Memakai rata-rata sederhana |
| Konstanta diasumsikan | Sistematis | Mengambil konstanta dari dokumen kapal |
| Air hujan tidak dikurangi | Puluhan sampai ratusan ton | Muat saat musim hujan |
Praktik khusus Kalimantan
- Pemuatan berlangsung berhari-hari dari tongkang, sehingga catatan ballast harus berkelanjutan dan diambil surveyor sendiri.
- Air hujan di palka dan geladak adalah berat — dicatat dan dikurangi.
- Kedua sisi dibaca, dua kali, oleh dua orang, karena gelombang di area labuh membuat pembacaan tunggal tidak andal.
- Tally per tongkang berjalan bersamaan, dan selisih dengan angka draft dijelaskan, bukan diratakan.
Frequently asked questions
Seberapa akurat draft survey?
Sekitar ±0,5 persen dalam kondisi wajar pada kapal dengan tabel hidrostatik yang baik. Gelombang besar, tanda draught buram, atau ballast yang tidak di-sounding menurunkannya.
Siapa yang sebaiknya hadir?
Pihak yang membayar muatan, dan sering juga penjual. Kehadiran bersama kedua surveyor mengurangi perselisihan di kemudian hari.
Bisakah draft survey dilakukan di area labuh jangkar?
Bisa, dan di Indonesia sebagian besar memang demikian. Diperlukan perahu, pembaca yang kompeten, dan perencanaan terhadap kondisi laut.